Zona Penawaran dan Permintaan
Zona bukan garis — zona adalah daerah tempat pergerakan besar bermula, tempat order tertinggal belum terisi. Harga terus kembali ke daerah itu.
Saat pembeli besar tidak bisa mengisi seluruh order pada satu harga, pasar lari sebelum ia selesai. Yang tertinggal adalah daerah dengan minat beli yang belum terisi — dan saat harga kembali ke sana, sisa order itu menunggu. Itulah zona permintaan. Zona penawaran adalah cerita yang sama di sisi jual.
Inilah mengapa support dan resistance lebih baik sebagai daerah daripada sebagai garis. Order itu tidak pada satu harga; ia berada dalam satu kisaran.
Menandai zona
- 1
Temukan pergerakannya, lalu lihat ke belakang
Cari gerak tajam menjauh dari suatu level — satu lilin besar atau rentetan lilin. - 2
Tandai dasarnya
Konsolidasi kecil yang darinya gerak itu meledak adalah zonanya. Gambar kotak dari harga buka lilin terakhir sebelum gerak itu sampai ke ujung dasar. - 3
Utamakan zona yang masih baru
Zona yang belum diuji ulang masih menyimpan paling banyak order. Setiap uji ulang menghabiskan sebagian. - 4
Perhatikan reaksinya
Jika harga kembali dan tertahan, zona itu hidup. Jika harga membelahnya tanpa berhenti, anggap zona itu habis.
Segar, terpakai, jebol
Segar — belum tersentuh sejak terbentuk; yang terkuat. Terpakai — satu reaksi bersih sudah diambil darinya; lebih lemah. Jebol — harga ditutup menembus dan bertahan; kini bekerja ke arah sebaliknya, zona permintaan lama menjadi penawaran.
Ketika gagal
Zona adalah alat pasar yang sepi. Keputusan suku bunga, rilis CPI, atau judul perang menembus zona terbaik di grafik Anda, karena order yang duduk di sana ditarik begitu berita mendarat.
Kegagalan yang lain manusiawi: jika Anda bisa menggambar enam zona pada satu layar, Anda tidak membaca pasar — Anda menghiasinya. Dua atau tiga yang bisa Anda jelaskan dengan suara adalah seluruh maksudnya.