Question
Saya memiliki emas batangan dan koin sebagai investasi — bagaimana cara menghitung zakatnya?
Ruling (Fatwa)
Jawaban singkat: Emas batangan dan koin investasi wajib dizakati. Jika total emas mencapai nisab (batas minimum) dan telah berlalu satu tahun (haul) qamariah penuh, Anda wajib mengeluarkan 2,5% dari nilainya.
Rincian: Kewajiban zakat atas emas dan perak telah ditetapkan secara pasti dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Surah At-Taubah (9:34-35) mencela orang-orang yang menimbun emas dan perak tanpa menunaikan zakatnya. Nabi (semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya) memperingatkan azab yang pedih bagi orang yang tidak menunaikan hak emas dan peraknya (Shahih Muslim 987a). Nisab perak adalah lima awaq (200 dirham) sebagaimana disebutkan dalam Shahih al-Bukhari 1447, dan dengan qiyas, nisab emas adalah dua puluh mitsqal (sekitar 85 gram) yang diambil dari riwayat-riwayat sahih lainnya. Apabila Anda memiliki emas (batangan, koin, atau perhiasan) senilai atau melebihi jumlah tersebut dan telah berlalu satu tahun qamariah, Anda wajib mengeluarkan 2,5% dari nilai pasarnya saat ini. Kadar ini diambil dari zakat perak yang telah ditetapkan (seperempat dari sepersepuluh) sebagaimana tercatat dalam Shahih al-Bukhari 1454. Zakat dapat dibayarkan dalam bentuk emas itu sendiri atau dalam nilainya berupa uang. Tidak ada zakat pada emas yang kurang dari nisab atau sebelum genap satu tahun. Emas investasi diperlakukan seperti tabungan; niat berinvestasi tidak membebaskannya dari zakat.
Dalil:
1) Surah At-Taubah 9:34-35 – ancaman terhadap penimbunan emas dan perak tanpa menunaikan zakat.
2) Shahih Muslim 987a – azab yang pedih bagi yang tidak menunaikan zakat emas dan perak.
3) Shahih al-Bukhari 1404 – penjelasan bahwa penimbunan mencakup tidak menunaikan zakat emas dan perak.
4) Shahih al-Bukhari 1447 – tidak ada zakat pada perak yang kurang dari lima awaq (menetapkan nisab).
5) Shahih al-Bukhari 1454 – daftar zakat yang wajib mencakup kadar 2,5% untuk perak, yang berlaku pula bagi emas melalui qiyas.
Penafian: Fatwa ini didasarkan pada dalil yang disebutkan; untuk kasus rumit yang melibatkan harta campuran atau utang, konsultasikan kepada ulama yang berilmu.
References
Quran
Surah At-Tawbah 9:34-35
Hadith
Sahih Muslim 987a; Sahih al-Bukhari 1404; Sahih al-Bukhari 1454; Sahih al-Bukhari 1447
Fiqh
Ibn Baz; al-Uthaymin; Permanent Committee for Islamic Research and Ifta